DIALAH SATU-SATUNYA
Cerahnya hari, birunya langit semilir
angin, arakan awan serta derai hujan tidak satupun peristiwa yang luput dari
pengawasan-Nya, bahkan gerak elektron dalam sebuah atom. Suka, duka, susah,
sedih, bahagia dan tangis adalah warna yang senantiasa hadir dalam setiap
langkah umat manusia.
Tidak kah kita berharap menjadi seseorang yang berbeda di
mata-NYa? Seseorang yang istimewa karena setiap kesedihan, kebencian, amarah
dan senyuman kita selalu hadir atas nama-NYa. Menyukai apa yang Dia sukai dan membenci apa
yang Dia benci. Kedalaman ‘cinta’ yang
akan membuat kita melakukan segala perintah-Nya tanpa tanya. Bisakah kita menjadikan Dia satu-satunya yang
segala-galanya dalam hidup kita dan mampu
kah kita mengisi singgasana hati hanya dengan-Nya, tanpa selain Dia. Memeberi
arti setiap gerak hati dengan asma-Nya yang
mewujud dalam keyakinan, lisan dan tindakan yang terjaga hanya untuk dan karena
Dia sebagai bukti syukur kita atas segala nikmat yang tiada henti kita reguk, bahkan
nikmat hidup itu sendiri yang kadang luput kita syukuri.
Kita terlalu angkuh
dengan sedikit saja kelebihan yang kita miliki tanpa sadar bahwa tanpa ijin-Nya
untuk mengedipkan mata saja kita tidak akan sanggup. Lalu mengapa kita begitu
berani menentang-Nya ???? dengan congkaknya kita membantah padahal semua
perintah-Nya adalah kebaikan untuk kita. Dia tidak akan merugi walaupun seluruh
dunia menentang-Nya. Dia akan tetap agung dengan segala kemahaan-Nya walaupun
seisi bumi tak ada yang mentaati-Nya. Kita lah yang akan merugi dan kita lah
yang akan celaka karena kebodohan kita sendiri. Dengan bangganya kita memadamkan cahaya yang
sebelumnya menyala, dengan atau tanpa kita sadari. kita terbuai oleh kamuflase
dunia yang kita singgahi, kita lupa ada kehidupan setelah mati. Kehidupan abadi
yang akan menghantarkan kita pada rekahan senyum atau ratapan sesal. Yakinlah..., kita tidak akan lama berada di
dunia ini. Bersiaplah untuk menghadap-Nya agar rekahan senyum terindah menjadi
milik kita kelak ketika menjumpai-Nya.
Wahai dzat yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Wahai dzat yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
