Minggu, 28 Juni 2015

CITA RASA INDONESIA DI SHIZUOKA

Rasanya Tidak ada kata yang tepat mewakili segala perasaan saya untuk bapak, ibu dan teman-teman dari Indonesia di Shizuoka. Akan tetapi izinkan saya berterima kasih atas semua bantuan dan kemudahan yang telah diberikan kepada saya selama short visit di Shizuoka University. Terima kasih untuk teman-teman Indonesia di Shizuoka (PPI Shizuoka), Formashi Shizudai; Mba Uci beserta suami, Mba Nur, Bu Ari, Mba Rani, Pak Naviz, Pak Anung, Pak Pras, Bu Surya and the gank, Mas Noki, Mas Andi, Kak Ai,  Vina, Sena, Nadya, Teh Lely dan Pak Ilman, Teh Ratna serta teman-teman lain yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Terima kasih telah menghadirkan cita-rasa Indonesia sejak pertama kali saya datang. Terima kasih atas energi serta waktu yang telah terluang untuk membersamai saya dan teman-teman dari UGM. Terima kasih untuk selalu menghibur saya ketika rasa rindu pada kampung halaman dan makanan Indonesia tiba-tiba memburamkan rasa dengan menghadirkan makanan-makanan tersebut dalam pertemuan yang diadakan rutin setiap bulan. Kebersamaan yang tidak akan pernah terlupakan. Kehangatan yang mampu mengurai dinginnya suasana ketika puncak musim dingin hampir menjelang. Terima kasih telah berbagi pengalaman meski hanya di sela-sela kelelahan atau ditengah perjalanan sepulang jalan-jalan mencari beragam kebutuhan.Terima kasih Bu Ari, mba Nur, Mba Uci untuk mie titi dan takoyakinya, citarasa dua negara untuk yang gagal move on dari makanan Indonesia J Terima kasih untuk mie ayam,  tahu bakso, bakwan dan es kelapa muda artifisial hasil kreativitas dan masak bareng srikandi-srikandi Formashi Shizudai. Terima kasih untuk doa dan semangat yang tak pernah padam dalam upaya meneguhkan kebersamaan, semoga semakin mengokohkan persaudaraan warga Indonesia di negeri sakura khususnya di Shizuoka dan terus berlanjut hingga nanti kembali ke Indonesia dengan terus bersinergi membangun Indonesia yang lebih baik. Terima kasih.....

Rabu, 24 Juni 2015

KETIKA RASA MALU ITU HILANG

Kebenaran pasti menang dan keburukan akan menghilang. Akan tetapi, kebenaran tidak akan tegak jika tidak diperjuangkan................

Kalimat yang membuat saya tercenung dan berfikir berapa banyak orang yang memilih yang benar. Kebanyakan orang memilih yang mudah meskipun itu salah. Berapa banyak orang yang memilih tidak jujur bahkan rela melakukan apa pun untuk mendapatkan sesuatu yang mereka anggap mudah menurut pandangan ‘mata’ mereka meskipun mereka menyadari bahwa mereka tengah menipu diri karena sebenarnya pandangan ‘hati’ mereka mengakui yang mereka lakukan adalah salah dan bukan sesuatu yang mudah. Dan boleh jadi salah satu dari mereka itu adalah kita......

Bagaimana mungkin kita merasa mudah sementara apa yang sudah kita lakukan merupakan hal yang tidak disukai Allah. Bagaimana mungkin kita merasa mudah sementara apa yang kita lakukan adalah hal yang di larang oleh Allah. Mungkin kita masih sanggup tertawa lebar atas semua hal salah yang kita lakukan meski jauh dilubuk hati mengakui betapa tidak tahu malunya diri yang telah menggunakan semua nikmat Allah untuk menentang-Nya.

Bukankah dengan melakukan apa yang tidak disukai-Nya berarti kita menentang-Nya? Mengapa kita merasa baik-baik saja bahkan kadang melakukannya dengan segenap rasa bangga atas nama kehebatan kita. Padahal tidak ada satu pun kekuatan yang kita miliki bahkan untuk sekedar mengedipkan mata saja kita tak mampu tanpa izin-Nya...... lantas kemanakah hilangnya rasa malu kita.....?????


Nagreg, 090615