Senin, 14 Desember 2015


BULAN


Pucat wajahmu
Di belantara malam
Sendirian
Menjalani takdir
yang bergulir menapak jaman
Melawan kelam
Serta kemelut awan
Dalam ketundukan
Tanpa keluh
Pun ragu
Merentang cahaya
Menghalau gulita
Hingga  sang fajar datang
 membentang sinar






sumber foto : google

Kamis, 26 November 2015


HUJAN


Buliran beningmu kembali menyapa
Mengiring desir angin
dalam amuk resah gemintang
Padanya yang tak mampu menghalau awan
Padanya yang enggan menyembunyikan hujan
nan anggun,
menggantung dipelupuk malam
Menahan cahaya dalam kelam
Menyelipkan rindu
pada rinaimu yang lama tak kudengar
Menyapa kerontang
Mengusir gersang yang meradang








sumber foto : google

Rabu, 21 Oktober 2015


UNTUK SENYAP


Enyahlah wahai gelap
Pekatmu tak ingin lagi ku dekap
Aku muak
Dengan lagumu yang berubah sendu
Dengan egomu yang tak pernah lalu
Kau tahu.....?
Lautmu kini tak lagi biru
gunungmu tak lagi anggun
 Bahkan parasmu tak lagi dirindu
Dan hadirmu tak lagi disanjung
Karena mata, telinga pun hatimu terkurung nafsu
Sirna sudah apa yang pernah kau lihat, kau dengar dan kau rasa
Merenggut senyum dari bibir-bibir yang lama terkatup
Menahan keluh
bersama  lenyapnya aroma harap
Dari lereng-lereng kerontang
Serta hening yang terbang bersama angin
Aku menunggumu berpaling
Pada janji  yang dahulu terucap
Pada tekad yang gegap kau dekap
Pada senyap yang diam-diam beranjak
Beralih bising
Menggigit hening
Di kotamu yang dahulu senyap

Minggu, 30 Agustus 2015


TENTANG RINDU 


Ketika waktu tak mampu lagi memelukmu
Merentang jarak yang teramat jauh
Hanya untaian pinta yang mewakili sapa
Serta harap yang tak pernah lenyap
Tentang esok,
Dan sedikit resah yang enggan beranjak
Menatapmu
Dalam hening pagi
merambati cerita berbingkai biru  
Itulah rindu
Yang tiada henti terutus




sumber foto : google

Sabtu, 15 Agustus 2015

MEMORIES OF AUGUST 14TH

Hidup itu seperti cahaya. Setiap orang  memberikan warna tersendiri dalam kehidupan orang lain sesuai panjang gelombang yang mampu diserapnya. Ada kalanya intensitas cahaya me-ji-ku-hi-bi-ni-u (monokromatik) mencapai intensitas maksimum sehingga warna putih lah yang terlihat dan ada kalanya intensitas warna monokromatik itu mencapai titik nol sehingga warna hitam yang kemudian tampak. Begitu pula hakikat Allah menciptakan keburukan, bukan merupakan bagian dari ketentuan yang harus kita pilih, keburukan itu diciptakan untuk mempertegas kebaikan sehingga kita yakin bahwa hal yang kita pilih itu baik karena ada hal buruk sebagai pembanding yang mempertegas baiknya sebuah kebaikan.

Sama halnya dengan  hitam dan putih. Kita bisa menyebutnya hitam karena ada putih, kita bisa menyebut merah karena ada warna hijau, biru, ungu dan warna-warna yang lain. Masing-masing warna mempunyai kemampuan dan peran yang berbeda-beda. Begitu pun manusia, memiliki kadar kemampuan dan cara berpikir yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menilai kemampuan orang lain dengan cara berpikir kita. Karena ukuran kita tidak akan cocok ketika kita terapkan kepada orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menempatkan orang lain bukan penilaian kita terhadap orang lain. Cara kita memperlakukan orang lain akan mencerminkan kelas kita dihadapan sang pencipta.

Tidak sedikit manusia yang rela mengorbankan nuraninya demi gengsi, merendahkan orang lain agar terlihat hebat di hadapan manusia yang lain, menjual kejujuran untuk menutupi kesalahan  bahkan bersembunyi dibalik kelemahan orang lain demi citra baik dalam pandangan rekan sejawat, atasan atau koleganya. Akan selalu ada manusia dengan perangai seperti itu dimana pun kita berada, namun bukan alasan  untuk kita menjadi pembenci. Bukankah Allah lebih menyukai orang-orang yang memaafkan bahkan ketika ia mampu untuk membalas keburukan yang dilakukan oleh orang lain terhadapnya.....????? jangan pernah membiarkan keburukan orang lain mengatur sikap kita. Jangan pernah membiarkan keburukan orang lain menjadi penyebab kita melakukan keburukan yang sama untuk membalas perilaku buruknya kepada kita.....
Susah ????? Memang..... tetapi Allah suka.....

Segala sesuatu itu dapat dibandingkan jika berada pada term yang sama. Ikan akan tampak bodoh jika parameter pembanding kita kemampuan tupai memanjat pohon, pun sebaliknya.


Jumat, 31 Juli 2015


YANG TERINDAH


Betapa ingin ku memelukmu
Sejenak menyandarkan lelah
Dalam lirihnya doa

Ketika ruah rindu membuncah
mengikat guratan rasa
dalam  ta'dhim semesta  
dan senandung tasbih para pecinta

Membingkai makna setiap larik asa
pesona surga yang kan selalu kudamba
akankah kau selalu disana ?????
menantiku dengan senyuman indah


stand by me, please..... 

Minggu, 28 Juni 2015

CITA RASA INDONESIA DI SHIZUOKA

Rasanya Tidak ada kata yang tepat mewakili segala perasaan saya untuk bapak, ibu dan teman-teman dari Indonesia di Shizuoka. Akan tetapi izinkan saya berterima kasih atas semua bantuan dan kemudahan yang telah diberikan kepada saya selama short visit di Shizuoka University. Terima kasih untuk teman-teman Indonesia di Shizuoka (PPI Shizuoka), Formashi Shizudai; Mba Uci beserta suami, Mba Nur, Bu Ari, Mba Rani, Pak Naviz, Pak Anung, Pak Pras, Bu Surya and the gank, Mas Noki, Mas Andi, Kak Ai,  Vina, Sena, Nadya, Teh Lely dan Pak Ilman, Teh Ratna serta teman-teman lain yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Terima kasih telah menghadirkan cita-rasa Indonesia sejak pertama kali saya datang. Terima kasih atas energi serta waktu yang telah terluang untuk membersamai saya dan teman-teman dari UGM. Terima kasih untuk selalu menghibur saya ketika rasa rindu pada kampung halaman dan makanan Indonesia tiba-tiba memburamkan rasa dengan menghadirkan makanan-makanan tersebut dalam pertemuan yang diadakan rutin setiap bulan. Kebersamaan yang tidak akan pernah terlupakan. Kehangatan yang mampu mengurai dinginnya suasana ketika puncak musim dingin hampir menjelang. Terima kasih telah berbagi pengalaman meski hanya di sela-sela kelelahan atau ditengah perjalanan sepulang jalan-jalan mencari beragam kebutuhan.Terima kasih Bu Ari, mba Nur, Mba Uci untuk mie titi dan takoyakinya, citarasa dua negara untuk yang gagal move on dari makanan Indonesia J Terima kasih untuk mie ayam,  tahu bakso, bakwan dan es kelapa muda artifisial hasil kreativitas dan masak bareng srikandi-srikandi Formashi Shizudai. Terima kasih untuk doa dan semangat yang tak pernah padam dalam upaya meneguhkan kebersamaan, semoga semakin mengokohkan persaudaraan warga Indonesia di negeri sakura khususnya di Shizuoka dan terus berlanjut hingga nanti kembali ke Indonesia dengan terus bersinergi membangun Indonesia yang lebih baik. Terima kasih.....

Rabu, 24 Juni 2015

KETIKA RASA MALU ITU HILANG

Kebenaran pasti menang dan keburukan akan menghilang. Akan tetapi, kebenaran tidak akan tegak jika tidak diperjuangkan................

Kalimat yang membuat saya tercenung dan berfikir berapa banyak orang yang memilih yang benar. Kebanyakan orang memilih yang mudah meskipun itu salah. Berapa banyak orang yang memilih tidak jujur bahkan rela melakukan apa pun untuk mendapatkan sesuatu yang mereka anggap mudah menurut pandangan ‘mata’ mereka meskipun mereka menyadari bahwa mereka tengah menipu diri karena sebenarnya pandangan ‘hati’ mereka mengakui yang mereka lakukan adalah salah dan bukan sesuatu yang mudah. Dan boleh jadi salah satu dari mereka itu adalah kita......

Bagaimana mungkin kita merasa mudah sementara apa yang sudah kita lakukan merupakan hal yang tidak disukai Allah. Bagaimana mungkin kita merasa mudah sementara apa yang kita lakukan adalah hal yang di larang oleh Allah. Mungkin kita masih sanggup tertawa lebar atas semua hal salah yang kita lakukan meski jauh dilubuk hati mengakui betapa tidak tahu malunya diri yang telah menggunakan semua nikmat Allah untuk menentang-Nya.

Bukankah dengan melakukan apa yang tidak disukai-Nya berarti kita menentang-Nya? Mengapa kita merasa baik-baik saja bahkan kadang melakukannya dengan segenap rasa bangga atas nama kehebatan kita. Padahal tidak ada satu pun kekuatan yang kita miliki bahkan untuk sekedar mengedipkan mata saja kita tak mampu tanpa izin-Nya...... lantas kemanakah hilangnya rasa malu kita.....?????


Nagreg, 090615

Jumat, 08 Mei 2015

Apa Yang Harus kita Keluhkan?

Maltocin P28, senyawa kimia yang diisolasi dari Stenotrophomonas maltophilia dan setelah diteliti ternyata dapat menghambat pertumbuhan bakteri genus stenotrophomonas yang bersifat patogen terhadap manusia. 19 dari 44 isolat bakteri Stenostopomonas maltophilia yang diuji dapat dihambat pertumbuhannya oleh maltocin P28 hingga kemudian maltocin P28 direkomendasikan menjadi kandidat pengganti antibiotik untuk terapi penyakit infeksi yang disebabkan oleh Stenotropomonas malthophilia. 

Hal ini mengingatkan saya pada salah satu hadits Rasululllah “Hai hamba-hamba Allah, berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah SWT tidak sekali-sekali membuat penyakit melainkan Dia membuat pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua." (HR.Ahmad). 

Tiada kata yang sanggup terucap kecuali betapa maha baiknya Allah, Bahkan obat dari penyakit itu Allah hadirkan dari mikroorganisme penyebab penyakit itu sendiri, maltocin mungkin hanya salah satu dari fenomena tersebut dan masih banyak lagi fenomena serupa yang dapat terus digali dan dikembangkan. Seperti ulat api misalnya, para petani teh umumnya tahu bahwa rasa gatal dan panas yang disebabkan oleh ulat api ketika mengenai kulit dapat hilang dengan cara mengoleskan cairan tubuh si ulat api itu dan banyak lagi kebaikan Allah yang masih tertutup oleh keterbatasan kita dalam memahami dan menggali ilmu-Nya yang maha luas. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan...??? bukankah Allah mengkaruniai kita akal dan akal itulah yang membedakan kita dari makhluk lainnya? Lantas mengapa lebih banyak hal yang kita keluhkan daripada hal-hal yang kita tafakuri untuk kemudian dijadikan pelajaran ??? 

Sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi adalah pelajaran bagi orang-orang yang berfikir (selalu mengingat allah dalam setiap keadaan)......

Minggu, 05 April 2015


TENTANG KITA


Kepadamu
Ku ingin bercerita
Tentang jingga yang merekah dibibir senja
Tentang malam yang beranjak dari dekapan senyap
Sebelum kau sirna,
di balik mega
Sebelum kau hilang,
dalam terang
Sebelum waktu memutus kelam
Aku ingin bercerita tentang rindu
Yang tiada lelah menari
Mengikuti gerak waktu
Bersama guratan rasa
Pada sepenggal kisah yang terlupa
Tentang sejarah
dan terbentuknya semesta




Minggu, 15 Maret 2015

KEBAIKAN TERSEMBUNYI


Sepuluh Maret Ba’da shubuh kuputuskan untuk membuat studi program baru, berkutat dengan beberapa jurnal tentang kimia organik membuatku merasa syaraf otaku lumpuh. Entah apa yang mereka katakan tentang data-data spectroscopy dan kromatografi itu yang jelas onggokan struktur kimia hasil elucidasi yang terpapar dimataku. Beragam ide berhamburan dibenakku membuatku kesulitan untuk mewujudkannya dalam sebuah tulisan singkat berisi 1200 kata.

Isolasi dan determinasi struktur senyawa metabolit sekunder yang akhirnya kupilih menjadi topik study program ku dan mengenalkan aku pada sosok ophibiolin A, senyawa  phytotoxin yang disiolasi dari fungi patogen yang menginfeksi tanaman jagung, padi dan beberapa spesies rumput-rumputan. fenomena singkat yang mengembalikan akalku atas kemahaan Rabb-ku. Rabbana ma khalaqta hadza bathila (Ya Tuhan kami, tiada Engkau menciptakan ini dengan sia-sia). Bahkan ketika kita berfikir bahwa jamur patogen itu merugikan, Allah menyertakan manfaat pada toksin yang dihasilkannya, ophibiolin A salah satunya, kandidat penting untuk produk perlindungan tanaman dan obat karena bioaktivitasnya sebagai anti kanker dan antimikroba. Sungguh tidak ada sesuatu pun yang buruk dan merugikan dalam kehidupan ini, kita saja yang belum benar-benar mengetahui manfaat dari segala sesuatu yang kita anggap buruk dan merugikan itu.  Seperti ophibiolin A yang tersembunyi dalam toksin jamur patogen bahkan ‘natural resourse’  itu kadang terkesan tidak bernilai ketika berada dalam kondisi aslinya. Itulah yang membuat kita harus mencari dan menemukan potensi baik yang tersembunyi didalamnya. Begitu pun dengan segala hal yang kita anggap buruk, kita saja yang belum mengetahui kebaikan yang Allah ciptakan dalam peristiwa yang kita anggap buruk tersebut. Lantas masihkah kita berfikir bahwa kita mengalami hal buruk ketika suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita membuat kita menangis sedih, merasa terluka dan tak berdaya.....?????

“Sesungguhnya apa yang ada di langit dan di bumi adalah pelajaran bagi orang-orang yang berfikir.....”

Rabu, 11 Februari 2015

DIALAH SATU-SATUNYA

Cerahnya hari, birunya langit semilir angin, arakan awan serta derai hujan tidak satupun peristiwa yang luput dari pengawasan-Nya, bahkan gerak elektron dalam sebuah atom. Suka, duka, susah, sedih, bahagia dan tangis adalah warna yang senantiasa hadir dalam setiap langkah umat manusia. 

Tidak kah kita berharap menjadi seseorang yang berbeda di mata-NYa? Seseorang yang istimewa karena setiap kesedihan, kebencian, amarah dan senyuman kita selalu hadir atas nama-NYa. Menyukai apa yang Dia sukai dan membenci apa yang Dia benci. Kedalaman ‘cinta’ yang akan membuat kita melakukan segala perintah-Nya tanpa tanya.  Bisakah kita menjadikan Dia satu-satunya yang  segala-galanya dalam hidup kita dan mampu kah kita mengisi singgasana hati hanya dengan-Nya, tanpa selain Dia. Memeberi arti setiap gerak hati dengan asma-Nya  yang mewujud dalam keyakinan, lisan dan tindakan yang terjaga hanya untuk dan karena Dia sebagai bukti syukur kita atas segala nikmat yang tiada henti kita reguk, bahkan nikmat hidup itu sendiri yang kadang luput kita syukuri. 

Kita terlalu angkuh dengan sedikit saja kelebihan yang kita miliki tanpa sadar bahwa tanpa ijin-Nya untuk mengedipkan mata saja kita tidak akan sanggup. Lalu mengapa kita begitu berani menentang-Nya ???? dengan congkaknya kita membantah padahal semua perintah-Nya adalah kebaikan untuk kita. Dia tidak akan merugi walaupun seluruh dunia menentang-Nya. Dia akan tetap agung dengan segala kemahaan-Nya walaupun seisi bumi tak ada yang mentaati-Nya. Kita lah yang akan merugi dan kita lah yang akan celaka karena kebodohan kita sendiri.  Dengan bangganya kita memadamkan cahaya yang sebelumnya menyala, dengan atau tanpa kita sadari. kita terbuai oleh kamuflase dunia yang kita singgahi, kita lupa ada kehidupan setelah mati. Kehidupan abadi yang akan menghantarkan kita pada rekahan senyum atau ratapan sesal.  Yakinlah..., kita tidak akan lama berada di dunia ini. Bersiaplah untuk menghadap-Nya agar rekahan senyum terindah menjadi milik kita kelak ketika menjumpai-Nya.


Wahai dzat yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Rabu, 14 Januari 2015

JEJAK TANPA CAHAYA
Hanya suara pagi
Dan bagiku begitu lirih
Namun sering kau dengar
Di sepanjang hari
Menghias setiap langkah
Bahkan hembus nafas yang kau hirup
Itulah mengapa kau tak peduli
Pada resah angin, tangis sang daun, risau burung
Dan langit biru yang kian redup,
Karenamu.......
Rumah-rumah mereka hancur
Habitat mereka musnah,
Tidakkah kau tahu ???
Sampai kini pun aku tetap tak mengerti
Apa yang kau cari
Pundi-pundi rupiah yang kau banggai
Atau eksistensi diri yang mengelabui ???
Lantas apa yang kau simpan dibenakmu
Sepicik itukah kau menghargai semesta
Tidakkah sesal kan menghantui
Dalam keabadian yang takkan pernah bisa mengembalikanmu
Pada riang semesta yang dahulu kau pijak...