MEMORIES OF AUGUST 14TH
Hidup itu seperti cahaya. Setiap
orang memberikan warna tersendiri dalam
kehidupan orang lain sesuai panjang gelombang yang mampu diserapnya. Ada kalanya
intensitas cahaya me-ji-ku-hi-bi-ni-u (monokromatik) mencapai intensitas maksimum sehingga
warna putih lah yang terlihat dan ada kalanya intensitas warna monokromatik itu
mencapai titik nol sehingga warna hitam yang kemudian tampak. Begitu pula hakikat
Allah menciptakan keburukan, bukan merupakan bagian dari ketentuan yang harus
kita pilih, keburukan itu diciptakan untuk mempertegas kebaikan sehingga kita
yakin bahwa hal yang kita pilih itu baik karena ada hal buruk sebagai
pembanding yang mempertegas baiknya sebuah kebaikan.
Sama halnya dengan hitam dan putih. Kita bisa menyebutnya hitam karena ada putih, kita bisa
menyebut merah karena ada warna hijau, biru, ungu dan warna-warna yang lain. Masing-masing warna mempunyai kemampuan dan peran yang
berbeda-beda. Begitu pun manusia, memiliki kadar kemampuan dan cara berpikir yang
berbeda-beda. Kita tidak bisa menilai kemampuan orang lain dengan cara berpikir
kita. Karena ukuran kita tidak akan cocok ketika kita terapkan kepada orang
lain. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menempatkan orang lain bukan
penilaian kita terhadap orang lain. Cara kita memperlakukan orang lain akan
mencerminkan kelas kita dihadapan sang pencipta.
Tidak sedikit manusia yang
rela mengorbankan nuraninya demi gengsi, merendahkan orang lain agar terlihat
hebat di hadapan manusia yang lain, menjual kejujuran untuk menutupi
kesalahan bahkan bersembunyi dibalik
kelemahan orang lain demi citra baik dalam pandangan rekan sejawat, atasan atau
koleganya. Akan selalu ada manusia dengan perangai seperti itu dimana pun kita
berada, namun bukan alasan untuk kita menjadi pembenci. Bukankah Allah lebih
menyukai orang-orang yang memaafkan bahkan ketika ia mampu untuk membalas
keburukan yang dilakukan oleh orang lain terhadapnya.....????? jangan pernah membiarkan
keburukan orang lain mengatur sikap kita. Jangan pernah membiarkan keburukan
orang lain menjadi penyebab kita melakukan keburukan yang sama untuk membalas perilaku
buruknya kepada kita.....
Susah ????? Memang.....
tetapi Allah suka.....
Segala sesuatu itu dapat
dibandingkan jika berada pada term yang sama. Ikan akan tampak bodoh jika parameter pembanding kita kemampuan tupai memanjat pohon, pun sebaliknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar