UNTUK SENYAP
Enyahlah wahai gelap
Pekatmu tak ingin lagi ku dekap
Aku muak
Dengan lagumu yang berubah sendu
Dengan egomu yang tak pernah lalu
Kau tahu.....?
Lautmu kini tak lagi biru
gunungmu tak lagi anggun
gunungmu tak lagi anggun
Bahkan parasmu
tak lagi dirindu
Dan hadirmu tak lagi disanjung
Karena mata, telinga pun hatimu terkurung nafsu
Sirna sudah apa yang pernah kau lihat, kau dengar dan
kau rasa
Merenggut senyum dari bibir-bibir yang lama terkatup
Menahan keluh
bersama lenyapnya
aroma harap
Dari lereng-lereng kerontang
Serta hening yang terbang bersama angin
Aku menunggumu berpaling
Pada janji
yang dahulu terucap
Pada tekad yang gegap kau dekap
Pada senyap yang diam-diam beranjak
Beralih bising
Menggigit hening
Di kotamu yang dahulu senyap

Tidak ada komentar:
Posting Komentar