Tidak
mengerti politik
Tidak
paham masalah ekonomi
Yang
ku tahu harga-harga di pasar selalu naik
Membuat
hidup terasa semakin sulit
Bayam
yang ku jual tidak pernah habis
Padahal
harganya tidak kunaikkan
Kata
sebagian pembeli bayamku tidak higienis
Lalu
pergi membeli bayam di pasar swalayan
Apa
benar bayam yang mereka beli lebih baik dari bayam yang kutanam di pekarangan?
Menggunakan
kotoran ‘si jalu’ sapi kesayangan anak bungsuku
Karena
aku tidak mampu membeli pupuk
Tapi
tak apalah.....
Aku
tidak pernah menyesal
Aku
akan tetap menanam bayam dan menjualnya di pasar tradisional
Masih
banyak pembeli lain yang membutuhkan bayamku
Siti
‘si buruh cuci’, Romlah ‘sang pengais sampah’
Mereka
pelanggan tetapku
Kalau
aku berhenti berjualan,
Apa
yang akan mereka makan?
Uang
mereka tidak cukup untuk membeli lauk-pauk dan sayuran mahal
Untuk
dua atau tiga ikat bayam saja mereka kadang harus berhutang
Apa
orang-orang besar yang mengerti politik dan paham masalah ekonomi tidak bisa
lebih peduli kepada mereka?
Mungkin
mereka lupa menyampaikan titipan aspirasi kepada pemerintah
Atau
terlalu sibuk dengan acara tiduran di ruang sidang
Dan
aksi saling serang saat paripurna dimulai
Lalu
kapan kepentingan kami mendapat giliran untuk diperjuangkan..???
Karawang, 23 september 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar