Minggu, 17 Februari 2013

Seutas Harapan


Kutatap  awan yang masih berserak seperti tadi pagi, melingkupi cakrawala yang seolah enggan tertawa, menyembunyikan senyum sang matahari yang entah mengapa tak lagi ceria seperti beberapa hari lalu. Setiap saat menyapa lelahku, menghapus peluh yang kadang enggan beranjak, setia menghangati kalbu dengan cahaya lembutnya yang tak pernah pupus tergilas waktu. Aku rindu senyum manis itu, aku rindu kemilau cahaya emas yang tak pernah lelah menyinggahi senjaku, memberi ruang untuk keluarga kupu-kupu saling melepas rindu sebelum terkurung gelapnya waktu. 

Jajaran pohon nyiur masih berdiri tegak di atas sana, dipunggung bukit yang nyaris hancur tergerus deras hujan. Daun-daun runcingnya tak pernah bosan menyambut mesra belai sang bayu walau kadang hampir membuatnya runtuh.  Ia tak pernah mengeluh….Aku ingin seperti pucuk-pucuk nyiur itu. Tetap tegar walau udara yang menyapanya tak selalu segar. Tetap kukuh walau  angin yang berhembus kadang membuat daun-daun runcingnya terjatuh.

Bumi terasa diam, sang bayu seperti berhenti bergerak. Apakah dia mendengarku atau merasakan apa yang kurasakan ? entahlah…..hanya senyap yang kudapat, dan seraut wajah yang memudar diujung kenangan menyisakan senyuman yang menacap lekat di sepanjang syaraf mengikat setiap helai rindu yang mebeku dan guratan harap yang berserak di palung kalbu, tetapi bukan jawaban atas pertanyaanku, tentang dia, aku dan senyum manis itu…

Langit semakin gelap. memekat. tak sabar untuk menumpahkan kembali titik-titik hujan yang memaksa keluar. Jatuh menghujam pucuk-pucuk nyiur yang sudah sejak  tadi terdiam. Membisu dalam dekap  malam, tanpa senandung lembut sang bayu yang biasa memanjakannya dalam tarian indah….namun, tak ada yang bisa dilakukannya selain menunggu,  menata rentang waktu dalam tiadanya sambil terus  berharap sang bayu akan kembali untuk menyapanya, esok, lusa dan selamanya….

Ketika azzam telah kuat tertancap,
Namun kaki tak mampu bergerak,
Maka, berjalan bukan satu-satunya cara untuk melangkah…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar