Titik-titik
hujan masih berjatuhan ketika ‘damar
sasongko’ melaju meninggalkan terminal. Tempat yang paling sering
kusinggahi saat pulang dan pergi liburan semester. Beberapa menit berlalu membawa ingatanku kembali
menjejak setiap jengkal kenangan yang pernah terukir disini, di kota
kasunanan yang hampir sepuluh tahun aku tinggalkan. Langit solo masih gelap
tertutup gumpalan awan. Kedai susu segar dan roti bakar di depan LPK kopma
sudah tidak ada, tempat transitku dan teman-teman sepulang kursus komputer. Hotel
Asia pun sudah berubah warna. Akhhhhh…Solo
memang sudah berubah. Hanya kuntum-kuntum angsana dan bau wangi khasnya yang
tidak berubah. Warna dan aroma yang selalu ingin kunikmati setiap kali
menginjakkan kaki di kota ini. Angin senja berhembus perlahan ketika senyum
manismu melepasku di pintu terminal. Ya, aku harus pulang seperti kuntum-kuntum
angsana yang tadi pagi menebar wangi, menguning memenuhi setiap pucuk ranting. Ranumnya
segera berakhir ketika desir angin mengguncang seluruh batang dan bulir-bulir hujan menghempas dahan. Bahkan
bau wangi yang tadi pagi masih kuhirup sudah tak bisa lagi kunikmati, tinggalah
serpihan mahkota bunga yang berserak lunglai terhampar di sepanjang jalan, mengering
dan tercampakan tak ada seorang pun yang melirik bahkan para penikmat wanginya
beberapa jam silam. helaian mahkota bunga berwarna kuning itu berjatuhan dari pohonnya yang tinggi
menjulang menantang zaman, terurai dan kembali ke tanah menjadi bagian dari asupan nutrisi untuk
sang pohon yang telah menjadi jalan hadirnya di alam raya merasakan bening dan segarnya
tetesan embun, menikmati nyanyian merdu burung-burung dan dekap hangat sang matahari yang tiada pernah lupa tersenyum menyambut pagi.
Seperti itulah kita, akan ada masa dimana kita berada diujung hari. Saat semua hal yang ada didunia ini menjadi tak berarti karena tak satupun bisa menemani atau diajak menyertai. Saat dimana kita harus kembali menemui sang pemilik diri yang telah menghadirkan kita sebagai khalifah dimuka bumi. Lantas apa yang sudah kita lakukan??? Mengindahkan dunia dengan tebaran warna dan aroma wangi seperti kuntum-kuntum angsana ??? meski tak semua mata dapat menikmatinya dan tidak setiap hati menyadari indah dan wanginya. Bekal apakah yang sudah kita siapkan untuk menghadap-Nya. Hal terbaik apa yang sudah kita hadirkan untuk membuat ujung hari kita lebih bermakna untuk sesama ?????
Seperti itulah kita, akan ada masa dimana kita berada diujung hari. Saat semua hal yang ada didunia ini menjadi tak berarti karena tak satupun bisa menemani atau diajak menyertai. Saat dimana kita harus kembali menemui sang pemilik diri yang telah menghadirkan kita sebagai khalifah dimuka bumi. Lantas apa yang sudah kita lakukan??? Mengindahkan dunia dengan tebaran warna dan aroma wangi seperti kuntum-kuntum angsana ??? meski tak semua mata dapat menikmatinya dan tidak setiap hati menyadari indah dan wanginya. Bekal apakah yang sudah kita siapkan untuk menghadap-Nya. Hal terbaik apa yang sudah kita hadirkan untuk membuat ujung hari kita lebih bermakna untuk sesama ?????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar