Janji Allah
adalah benar, perjumpaan dengan-Nya juga benar lalu apalagi yang harus kita
ragukan. Yakin adalah kata kunci yang harus melekat dalam setiap hembus nafas
kita dan dalam setiap gerak langkah yang kita ayun. Tidak ada satu peristiwa pun
yang terjadi tanpa ijin-Nya, bahkan tetes embun yang jatuh dari ujung
daun. Maha suci Allah yang maha mengatur
semesta raya beserta isinya. Mahasuci Allah yang maha menggenggam kehidupan hingga
setelah kematian. Yang dengan satu rahmatnya saja seisi dunia bisa berkasih sayang.
Lalu berada dimanakah kita ketika saudara-saudara kita membutuhkan pertolongan….??? Sibuk menimbun harta, mencari popularitas dan
pengakuan atau bergulat dengan perbuatan sia-sia. Pernahkan air mata kita
menetes karena mereka…??? Pernahkan kita merasakan derita mereka, pernahkah kita menyebut mereka dalam lantunan
doa-doa kita…????
Mengapa kita
tidak pernah bisa bergandeng tangan, mengapa kita selalu saling menyalahkan
tidak adakah hal lain yang lebih berguna daripada saling hujat? saling menebar benci dan caci? Tidak bisakah berdiri
di ranah yang sama untuk saling menjaga dan saling menguatkan ???? menekan ego
dan gengsi pribadi yang menyesatkan. Tidak yakinkah bahwa kita pasti kembali
kepada dzat maha pencipta pemilik langit dan bumi yang kita tinggali, pemilik
jiwa dan raga kita yang kerap kali kita gunakan untuk maksiat kepada-Nya dan mendustakan segala nikmat yang
dikaruniakan-Nya.
Tidak ingatkah
bahwa maut setiap saat mengintai, sudah siapkah kita menyambut kedatangan Ijrail
dengan senyuman termanis? bekal apa yang akan kita bawa untuk menghadap sang
maha pencipta. Apa yang akan kita katakan ketika Allah meminta
pertanggungjawaban kita atas nikmat hidup dan kehidupan yang dikaruniakan-Nya?
Allahumma, La ilaha illa anta.
Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin… Ya allah, Tidak ada Tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh,
aku ini termasuk orang-orang yang zalim…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar