Tidak
ada yang abadi di dunia ini, semua pasti berubah kecuali perubahan itu sendiri.
Akankah kita berubah menjadi nyata atau sirna sebelum sempat mengukir jejak, dan
akan selalu ada pilihan dalam kehidupan bahkan hidup itu sendiri pun merupakan
sebuah pilihan, karena kita yakin mampu menjalaninya maka kita memilih untuk
hidup, mewarnai setiap kisah yang terpatri dengan ruah cinta dan hati hingga
setiap jejak menjadi berarti , bukan hanya sekedar ada dan menjadi cerita,
tetapi menancapkan jejak yang kuat pada setiap jiwa dan hati yang tak pernah
lelah mengingat bahwa kita pernah ada disini, untuk memberi makna bukan hanya
mengukir kisah dan cerita indah yang sekejap terlupa.
Kita
tidak akan pernah tahu kapan ajal datang menjemput, tatapi kita tahu apa yang
harus kita siapkan untuk menyambut sang maut agar kelak hadirnya menjadi cerita
indah yang akan kita songsong dengan senyum cerah, senyum termanis yang akan
kita bawa menghadap pada-Nya, sang maha pencipta semesta raya. Kau, aku,
bintang bersegi lima, dan langit biru itu pun tidak akan lagi terlihat bahkan
segala cinta yang pernah ada kecuali cinta tulus atas nama-Nya yang akan tetap
kekal mengindahkan jiwa-jiwa yang
kembali meniti titian surga yang telah menanti.
Lantas dimanakah
posisi kita ketika kelak maut menjemput…??
Termasuk orang-orang khusnul khatimah yang dirindui surga atau kah sebaliknya. Menjadi orang-orang yang sirna dalam dahsyatnya
gelegak neraka atau bergembira menyambut
nyatanya janji sang maha pencipta. Yang pasti bersama pena-pena yang telah
diangkat dan lembar-lembar yang telah mengering Allah senantiasa menghadirkan
karunia-Nya kepada kita berupa kemampuan untuk memilih dan sekarang pilihan ada
ditangan kita……..tetap setia di jalan-Nya atau mengingkari-Nya…?????
Sesungguhnya ada ruang
kosong di dalam hati yang tidak dapat dihilangkan kecuali oleh Allah subhanahu
wa ta’ala -Ibn Qayyim-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar