Kamis, 06 Februari 2014

EVER ETERNITY



Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua pasti berubah kecuali perubahan itu sendiri. Akankah kita berubah menjadi nyata atau sirna sebelum sempat mengukir jejak, dan akan selalu ada pilihan dalam kehidupan bahkan hidup itu sendiri pun merupakan sebuah pilihan, karena kita yakin mampu menjalaninya maka kita memilih untuk hidup, mewarnai setiap kisah yang terpatri dengan ruah cinta dan hati hingga setiap jejak menjadi berarti , bukan hanya sekedar ada dan menjadi cerita, tetapi menancapkan jejak yang kuat pada setiap jiwa dan hati yang tak pernah lelah mengingat bahwa kita pernah ada disini, untuk memberi makna bukan hanya mengukir kisah dan cerita indah yang sekejap terlupa. 

Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal datang menjemput, tatapi kita tahu apa yang harus kita siapkan untuk menyambut sang maut agar kelak hadirnya menjadi cerita indah yang akan kita songsong dengan senyum cerah, senyum termanis yang akan kita bawa menghadap pada-Nya, sang maha pencipta semesta raya. Kau, aku, bintang bersegi lima, dan langit biru itu pun tidak akan lagi terlihat bahkan segala cinta yang pernah ada kecuali cinta tulus atas nama-Nya yang akan tetap kekal  mengindahkan jiwa-jiwa yang kembali meniti titian surga yang telah menanti. 

Lantas dimanakah posisi kita ketika kelak maut menjemput…??  Termasuk orang-orang khusnul khatimah yang dirindui surga atau kah sebaliknya.  Menjadi orang-orang yang sirna dalam dahsyatnya gelegak neraka atau  bergembira menyambut nyatanya janji sang maha pencipta. Yang pasti bersama pena-pena yang telah diangkat dan lembar-lembar yang telah mengering Allah senantiasa menghadirkan karunia-Nya kepada kita berupa kemampuan untuk memilih dan sekarang pilihan ada ditangan kita……..tetap setia di jalan-Nya atau mengingkari-Nya…?????

Sesungguhnya ada ruang kosong di dalam hati yang tidak dapat dihilangkan kecuali oleh Allah subhanahu wa ta’ala  -Ibn Qayyim-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar