Kamis, 06 Desember 2012

Serpihan Mahkota Mawar


Gurat-gurat waktu masih tegak berdiri menemani kuntum-kuntum mawar yang mengembang pesona, mengiring sekumpulan hari yang terus beranjak merenggut helaian mahkota bunga yang berjatuhan dari kelopak. Menyisakan cerita tentang keindahan dan bau wangi khas yang menandai kehadirannya. Tidak pernah terlupa selamanya akan tetap ada dalam ingatan sang pecinta. Walau jaman terus berubah dan jenis bunga terus bertambah, keindahan dan bau wangi khas sang mawar tidak akan pernah berubah. Ia tidak akan berhenti memberikan kesan yang baik dalam ingatan setiap mata yang melihatnya. Meski mahkota indahnya tak lagi terkembang dan bau wangi khasnya tak lagi semerbak.
Lalu bagaimana dengan kita?
Bukankah manusia juga sesungguhnya hanyalah sekumpulan hari? Jika satu hari berlalu dan hari selanjutnya tiba, maka meleburlah salah satu bagian dari diri kita. Relakah kita membiarkan satu hari kita terlepas tanpa makna? Karena sekumpulan hari yang telah melebur tidak akan pernah kembali menyusun kerangka tubuh kita. Mampukah kita seperti sang mawar yang keindahannya tidak pernah berhenti di kenang meski mahkota bunganya tak lagi mengembang atau membiarkan hari-hari yang berlalu dari kehidupan kita hanya berisi gemulai tarian kelalaian karena kita enggan beranjak dari semunya keindahan duniawi yang bersifat fana.
Sesungguhnya setiap hembusan nafas kita adalah langkah menuju kematian, seperti serpihan mahkota mawar yang perlahan berguguran. Rambut yang dahulu hitam mulai beruban, keriput dipermukaan kulit bermunculan, geligi yang dahulu kuat mulai tanggal menandai usia yang semakin bertambah tua. Lalu apa yang sudah kita siapkan? Bisakah kita seperti para pecinta yang menjadikan kematian sebagai  jembatan untuk bertemu dengan kekasihnya? Siapkah kita menghadap sang pencipta dengan hati yang diliputi kerinduan terhadap-Nya?

“tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (QS 3:185)”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar