Gurat-gurat waktu
masih tegak berdiri menemani kuntum-kuntum mawar yang mengembang pesona,
mengiring sekumpulan hari yang terus beranjak merenggut helaian mahkota bunga
yang berjatuhan dari kelopak. Menyisakan cerita tentang keindahan dan bau wangi
khas yang menandai kehadirannya. Tidak pernah terlupa selamanya akan tetap ada
dalam ingatan sang pecinta. Walau jaman terus berubah dan jenis bunga terus
bertambah, keindahan dan bau wangi khas sang mawar tidak akan pernah berubah.
Ia tidak akan berhenti memberikan kesan yang baik dalam ingatan setiap mata
yang melihatnya. Meski mahkota indahnya tak lagi terkembang dan bau wangi
khasnya tak lagi semerbak.
Lalu bagaimana
dengan kita?
Bukankah manusia
juga sesungguhnya hanyalah sekumpulan hari? Jika satu hari berlalu dan hari
selanjutnya tiba, maka meleburlah salah satu bagian dari diri kita. Relakah
kita membiarkan satu hari kita terlepas tanpa makna? Karena sekumpulan hari
yang telah melebur tidak akan pernah kembali menyusun kerangka tubuh kita.
Mampukah kita seperti sang mawar yang keindahannya tidak pernah berhenti di
kenang meski mahkota bunganya tak lagi mengembang atau membiarkan hari-hari
yang berlalu dari kehidupan kita hanya berisi gemulai tarian kelalaian karena
kita enggan beranjak dari semunya keindahan duniawi yang bersifat fana.
Sesungguhnya
setiap hembusan nafas kita adalah langkah menuju kematian, seperti serpihan
mahkota mawar yang perlahan berguguran. Rambut yang dahulu hitam mulai beruban,
keriput dipermukaan kulit bermunculan, geligi yang dahulu kuat mulai tanggal
menandai usia yang semakin bertambah tua. Lalu apa yang sudah kita siapkan?
Bisakah kita seperti para pecinta yang menjadikan kematian sebagai jembatan untuk bertemu dengan kekasihnya?
Siapkah kita menghadap sang pencipta dengan hati yang diliputi kerinduan
terhadap-Nya?
“tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan (QS 3:185)”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar